CARA PRAKTIS MENGIDENTIFIKASI PERMASALAHAN PELABUHAN KAPAL LAUT

CARA PRAKTIS MENGIDENTIFIKASI PERMASALAHAN PELABUHAN KAPAL LAUT

 Oleh: Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc.

Pendiri PRAMARIN

 

Konsultasi dan diskusi bisa via WA/call 0878-9224-6952

  

Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan operasi Pelabuhan kapal laut, lingkup penilaian resiko dan desain penilaian risiko untuk pelabuhan kapal laut seperti pengumpulan informasi terkait dengan operasi Pelabuhan merupakan tahap awal yang sangat penting.

 

Semua pihak yang akan melakukan penilaian risiko operasi pelabuhan kapal laut harus mulai dengan melihat

  • ·      Bentuk organisasi pelabuhan,
  • ·       Budaya dan kebiasaan Pelabuhan selama ini,
  • ·       Kebijakan Pelabuhan yang sudah dibuat,
  • ·       Prosedur operasi pelabuhan yang ada saat ini
  • ·       Prioritas-prioritas yang perlu dilakukan terkait dengan operasi Pelabuhan
  • ·       Menilai dan menganalisa struktur manajemen keselamatan pelabuhan yang ada.

 

Salah satu pendekatan dalam tahap identifikasi permasalahan dalam penilaian resiko operasi Pelabuhan kapal laut adalah mendapatkan informasi dan konsultasi.

 

Pada tahap ini kita biasanya harus menginformasikan dan konsultasi dengan semua pihak yang selama ini bekerja di pelabuhan kapal laut dan menggunakan pelabuhan, dan lain-lain.

 

Disamping itu kita biasanya harus melakukan cara-cara konsultasi sebagai bagian dari tahap pertama yang sangat penting. Jangan diabaikan.

 

Tahap konsultasi tersebut dan latihan berkonsultasi biasanya merupakan syarat mutlak bagi penilai pelabuhan dan bukan tahap alternatif yang tidak penting.

 

Melakukan stock opname operasi pelabuhan adalah tahap awal yang penting dimana meliputi review terhadap:

 

● Kecukupan data dan kelengkapan basis data insiden/kecelakaan operasi pelabuhan yang selama ini terjadi atau catatan serupa;

 

● Prosedur manajemen operasi pelabuhan yang sudah dibuat selama ini, termasuk pemanduan kapal, manajemen navigasi (termasuk VTS); hidrografi / pemeliharaan, operasi kapal, dll.,

 

● Pertimbangkan dan mencari saran dari semua pihak dan beberapa cara terbaik yang dilakukan oleh pelabuhan lain dapat dipertimbangkan.

 

Pertukaran informasi tentang risiko operasi pelabuhan dapat mendorong dan mempromosikan serta mengenalkan cara-cara yang terbaik dalam operasi Pelabuhan kapal laut.

 

● Mengevaluasi dan meninjau laporan-laporan kecelakaan operasi pelabuhan dan kapal dan laporan investigasi lainnya serta membuat rekomendasi tentang insiden yang terjadi di pelabuhan.

 

● Para pengguna pelabuhan yang pernah terpengaruh dari risiko tertentu dapat dilibatkan dalam tahap ini.

 

Hal ini dapat melibatkan proses terstruktur, dengan cara melibatkan wawancara dengan

 

1.       Manajer senior di pelabuhan;

2.       Manajemen, personel operasi pelabuhan, pilot/pandu, dan staf yang dipilih.

3.       Berbagai sampel pengguna Pelabuhan dan operator Pelabuhan biasanya harus mencakup:

a.       Audit prosedur keselamatan laut/navigasi;

b.       Pemanfaatan kuesioner terstruktur untuk memberikan umpan balik tentang nilai yang diberikan oleh staf Pelabuhan dan pengguna Pelabuhan perihal berbagai sistem manajemen yang lama;

c.       Kunjungan ke VTS atau ruang operasi yang mempunyai fungsi yang sama dan terkait dengan pilot/kepanduan. Hal ini bertujuan untuk Menyusun daftar awal bahaya.

 

Referensi:

A Guide to Good Practice on Port Marine Operations, conjunction with the Port Marine Safety Code 2016, Department of Transport Britain.

 

 Semoga bermanfaat

 Konsultasi dan diskusi bisa via WA/call 0878-9224-6952

Comments

Popular posts from this blog

OWNER SURVEYOR DAN LINGKUP KEGIATAN SURVEYOR KELAS

MENGENAL IBC CODE UNTUK CHEMICAL TANKER

CARA PRAKTIS MEMERIKSA POROS BALING-BALING KAPAL